Powered by Blogger.

Ekliptika

Ekliptika: bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari. Bidang ini membentuk sudut sebesar 23,5° dengan ekuator langit. Dapat juga dikatakan sebagai lintasan semu Matahari selama satu tahun di langit.

Pengertian Gunung

Mungkin sebagian besar dari kita sudah pernah melihat ataupun mendaki gunung. Akan tetapi tahukah Anda pengertian gunung?
Sebagian akan menjawab gunung adalah gundukan bukit. Sebagian akan menjawab gunung adalah tanah yang memiliki ketinggian tidak sama dengan tanah di daerah lainnya. Sebagian akan menjawab gunung adalah sesuatu yang dapat menyemburkan lahar.

Gunung adalah suatu bentuk permukaan tanah yang letaknya jauh lebih tinggi daripada tanah-tanah di daerah sekitarnya. Gunung dapat terbentuk dari beberapa gerakan yaitu gerakan tektonik lempeng, gerakan orogenik atau gerakan epeirogenik.
Gunung pada umumnya lebih besar dari bukit namun bukit bisa saja berada di ketinggian yang lebih tinggi dari gunung.

Gunung biasanya memiliki lereng yang curam dan tajam atau bisa juga dikelilingi pegungungan. Sebenarnya tidak ada definisi khusus yang menjelaskan pengertian gunung.



Cenin nalan s9/s/20s5 pukul s9.00-20.00 Konpaciana TV nengudara di Konpac TV. Asara yang dikenac dalan bentuk talkchow ini nenanpilkan tokoh popular dinata para konpacianer dengan hoct sindy. Keberhacilan nengudara Konpaciana TV nendapat canbutan genbira dari konpacianer. Ada pro dan kontra. Tanggapan nenuji dan nenuja lebih banyak ditulic oleh konpacianer. Kalau nenulic berita negatif biacanya artikelnya sepat HL (Hilang Lenyap)…Hehehe…cok tau!! Pujian jangan nenbuat kru konpaciana TV terlena. Nacih banyak kripo (kritik pocitif) yang haruc di lakukan untuk tayangan berikutnya. Ini deni tersiptanya ‘ctabilitac’ junlah penirca Konpaciana TV. Cebagai penbanding, ketika nedia konpaciana nendapat keluhan dari warganya terkait cering errornya konpaciana, junlah penulic dan penbasa konpaciana ‘nenyucut’. Deni cukcecnya Konpacian TV, reporter nenor neliput dan nenghinpun beberapa pendapat warga konpaciana. Ini liputannya. Pak Gunawan (Nedan): Deni dikenalnya wajah dan cuara caya di konpacianan TV, di runah caya pacang ‘polise line’ cupaya gak ada yang nengganggu waktu caya dialog interaktif dengan nbak sindy. Betnen (Di atac Pohon) : “Asaranya gak acyik, caya ngantuk, coale yang bening suna sindy”. Nbak Nike (Tangerang): “Cetelah nunsul on air di tipi ternyata konpacianer wajahnya tua-tua. Kirain yang nunsul konpacianer santik ceperti nbak Indira Revi”. Wkwkwkwk….Ge eR! Lalu bagainana tanggapan Pak Feliz (Penred konporciana.son) ? Canpai caat ini beliau belun dapat dihubungi dan ditanya pendapatnya. Wong aku gak tau alanatnya dan cebagai pelopor viruc “Nenor” dan “Kepo” beliau gak nulic artikel dan konentar tentang Konpaciana TV. Jangan ceriuc-ceriuc nenbasanya. Itu suna berita di Konporciana.son kanal hunor yang dibuat oleh konpacianer NENOR (NENulic hunOR). Tulican akan dilanjutkan cetelah jeda iklan berikut ini. Cekilac tulican ringan. Calan Nenor!!

Awan Cumulonimbus - Pengertian, Gambar, Proses Terjadi,

Awan Cumolonimbus (Kumolonimbus) adalah awan yang menjulang tinggi vertikal ke atas. Awan yang padat ini terlibat dalam proses terjadinya petir dan cuaca dingin lainnya. Awan ini dapat menimbulkan petir dari jantung awannya. Kata cumolonimbus berasal dari bahasa latin, cumulus yang berarti terakumilasi dan nimbus yang berarti hujan.

Awan Cumulonimbus terbentuk sebagai akibat dari ketidakstabilan atmosfer. Awan ini terbentuk sendiri, berkelompok, atau di front dingin di garis squall. Entah daerah apa ini saya juga kurang begitu paham.

Awan ini biasanya berada pada ketinggian 2.000–16.000 m (6.500–60.000 ft).Awan ini biasanya dihindari oleh penerbang karena dapat mengakibatkan turbulensi atau gangguan lainnya.

gambar awan cumulonimbus


Proses Pembentukan Awan Cumulonimbus

  • Proses Awan Yang Dibawah Oleh Angin: Awan cumulonimbus terbentuk ketika angin membawa beberapa awan kecil (awan cumulus) ke daerah tempat berkumpulnya awan-awan ini. 
  • Proses Penyatuan Awan-Awan Kecil: Proses ini ketikan Awan-Awan kecil Yang dibawah Oleh Angin Bersatu Dan menjadi awan yang lebih besar.. 
  • Proses Penumpukan Awan: Ketika awan-awan kecil ini bersatu, dorongan ke atas pada bagian dalam awan yang semakin besar ini meningkat. Dorongan ke atas pada bagian tengah awan lebih kuat dibandingkan dengan pada bagian pinggir. Alhasil tubuh awan ini tumbuh semakin besar secara vertikal, sehingga seolah-olah awan ini ditumpuk-tumpuk. Pertumbuhan ke atas ini menjadikan tubuh awan mencapai daerah yang lebih dingin pada lapisan atmosfer atas. Di sanalah tetesan-tetesan air dan butiran es terbentuk dan mulai tumbuh semakin besar. Ketika butiran air dan es ini telah lebih besar dan berat dibandingkan dengan dorongan ke atas yang menyangga mereka, jatuhlah air dan es ini sebagai gerimis, hujan ataupun hujan es.
Gambarannya, awan cumulonimbus terdiri dari butiran air di bagian bawah dan kristal es atau salju di bagian atas. Karena tekanan dari arah luar, di bagian tengah awan ini bisa terjadi downdraft atau updraft. Pergesekan partikel air ini dapat mengakibatkan perbedaan muatan yang menybabkan terbentuknya kilat dan guntur.



Jenis Tanah di Indonesia

Jenis Tanah
Tanah merupakan lapisan kulit bumi paling atas. Tanah terbentuk secara alami yaitu dari hasil pelapukan dan pengendapan batuan bahan-bahan organik. jenis di Indoesia ada yang subur dan ada juga yang tidak subur. Tanah yang subur banyak dimanfaatkan penduduk untuk kegiatan pertanian yang berguna untuk memenuhi kubutuhan hidup manusia.

  • Suatu tanah dikatakan subur apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
  • Banyak mengandung unsur hara (zat yang dibutuhkan tanaman),
  • Cukup mengandung air,

Struktur tanahnya baik.

Jenis Tanah yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Tanah Alluvial (tanah endapan)
Tanah Alluvial adalah tanah yang terbentuk dari hasil pengendapan lumpur sungai yang terdapat di dataran rendah. Tanah ini tergolong sangat subut dan baik untuk daerah pertanian padi.
2. Tanah Vulkanik (tanah gunung api)
Tanah vulkanik adalah tanah yang terbentuk dari hasil material letusan gunung api yang telah mengalami pelapukan. Tanah vulkanik merupakan tanah yang sangat subur karena banyak mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Jenis tanah ini banyak ditemukan di lereng gunung api.
3. Tanah Organosol (tanah gambut)
Tanah gambut adalah tanah yang terbentuk dari pengendapan bahan-bahan organik terutama pembusukan tumbuhan rawa-rawa. Tanahnya kurang subur. Jenis tanah ini banyak terdapat di daerah rawa-rawa Sumatera, Kalimantan dan Papua.
4. Tanah Humus
Tanah humus dari pelapukan tumbuh-tumbuhan terutama di daerah hutan yang masih lebat, dan sifat tanah ini sangat subur.
5. Tanah Podzolit
Tanah podzolit adalah tanah yang terbentuk di daerah yang memi- liki curah hujan tinggi dan suhu udara rendah.Di Indonesia jenis tanah ini terdapat di daerah pegunungan. Tanah podzolit tergolong subur.
6. Tanah Laterit
Tanah laterit adalah tanah yang terbentuk unsur-unsur hara yang ada di dalam tanah telah hilang, larut oleh curah hujan yang tinggi. Tanahnya tidak subur, banyak terdapat di Kalimantan Barat, Lampung, dan Sulawesi Tenggara.
7. Tanah Pasir
Tanah pasir terbentuk dari pelapukan batuan beku dan batuan sedi- men. Ciri tanah pasir ialah berkerikil dan butirannya kasar. Tanahnya tidak subur, sehingga kurang baik untuk pertanian.
8. Tanah Mediteran (tanah kapur)
Tanah mediteran adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan batuan kapur. Tanahnya tidak subur, akan tetapi cocok untuk tanaman jati. Jenis tanah ini terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara dan Maluku

Persebaran Fauna di Indonesia

Keanekaragaman dan perbedaan fauna di Indonesia dipengaruhi oleh keadaan alam, gerakan hewan dan rintangan alam. Fauna atau dunia hewan di Indonesia digolongkan menjadi tiga kelompok berdasarkan pengelompokan oleh Alfred Russel Wallace dan Max Wilhelm Carl Weber. Secara ringkas tiga kelompok fauna di Indonesia adalah ebagai berikut :
  • Fauna tipe Asiatis, menempati bagian barat Indonesia sampai Selat Makasar dan Selat Lombok. Di daerah ini terdapat berbagai jenis hewan menyusui yang besar seperti gajah, harimau, badak, beruang, orang utan.
  • Fauna tipe Asiatis, menempati bagian barat Indonesia sampai Selat Makasar dan Selat Lombok. Di daerah ini terdapat berbagai jenis hewan menyusui yang besar seperti gajah, harimau, badak, beruang, orang utan.
  • Fauna Peralihan dan asli, terdapat di bagian tengah Indonesia, meliputi Sulawesi dan daerah Nusa Tenggara. Di daerah ini terdapat jenis hewan seperti kera, kuskus, babi rusa, anoa dan burung maleo.

Persebaran Flora di Indonesia

Wilayah Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman sumber daya hati baik yang terdapat di darat, laut maupun udara. Keanekaragaman flora dan fauna tersebut mendorong pada peneliti dan pecinta alam datang ke Indonesia untuk meneliti flora dan fauna.
1. Persebaran Flora (dunia tumbuhan) di Indonesia
Tumbuh-tumbuhan yang hidup di suatu tempat ada yang tumbuh secara alami dan ada juga yang dibudidayakan oleh manusia. Flora ataua dunia tumbuhan di berbagai tempat di dunia pasti berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain sebagai berikut :
Iklim
Jenis tanah
Relief atau tinggi rendah permukaan bumi
Biotik (pengaruh makhluk hidup).
Adanya faktor-faktor tesebut, Indonesia memeliki keanekara- gaman jenis tumbuh-tumbuhan. Iklim memiliki pengaruh yang sangat besar terutama suhu udara dan curah hujan. Daerah yang curah hujannya tinggi memiliki hutan yang lebat dan jenis tanaman lebih bervariasi, misalnya: di Pulau Sumatera dan Kalimantan Sedangkan daerah yang curah hujannya relatif kurang tidak memiliki hutan yang lebat seperti di Nusa Tenggara. Daerah ini banyak di tum- buhi semak belukar dengan padang rumput yang luas.
Suhu udara juga mempengaruhi tanaman yang dapat hidup di suatu tempat. Junghuhn telah membuat zonasi (pembatasan wilayah) tumbuh- tumbuhan di Indonesia sebagai berikut :
 Daerah panas (0 – 650 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini adalah kelapa, padi, jagung, tebu, karet.
 Daerah sedang ( 650 – 1500 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini adalah kopi, tembakau, teh, sayuran.
 Daerah sejuk ( 1500 – 2500 meter), tumbuhan yang cocok di daerah ini adalah teh, sayuran, kina, pinus.
 Daerah dingin (di atas 2500 meter) tidak ada tanaman budidaya
Beberapa jenis flora di Indonesia yang dipengaruhi oleh iklim antara lain sebagai berikut :
 Hutan Musim, terdapat di daerah Indonesia yang memiliki suhu udara tinggi dan memiliki perbedaan kondisi tumbuhan di musim hujan dan musim kemarau. Pada musim kemarau pohonnya akan meranggas dan pada musim hujan akan tumbuh hijau kembali.
Contoh hutan mu- sim ialah hutan jati dan kapuk randu. Hutan musim banyak terdapat di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
 Hutan Hujan Tropis, terdapat di daerah yang curah hujannya tinggi. Indonesia beriklim tropis dan dilalui garis khatulistiwa sehing- ga Indonesia banyak memperoleh sinar matahari sepanjang tahun, curah hujan tinggi dan temperatur udara tinggi. Di Indonesia hutan hujan tropis terdapat di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.
 Sabana, terdapat di daerah yang curah hujannya sedikit. Sabana beru- pa padang rumput yang diselingi pepohonan yang bergerombol. Sabana terdapat di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
 Steppa, adalah padang rumput yang sangat luas. Stepa terdapat di daerah yang curah hujannya sangat sedikit atau rendah. Stepa terda- dapat di Nusa Tenggara Timur, baik untuk peternakan.
 Hutan Bakau atau Mangrove, adalah hutan yang tumbuh di pantai yang berlumpur. Hutan bakau banyak terdapat di pantai Papua, Sumatera bagian timur, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan.

Musim Hujan dan Jenis Hujan di Indonesia

Musim hujan di Indonesia terjadi pada bulan Oktober sampai April. Musim hujan di Indonensia disebabkan oleh hembusan Angin Muson Barat yang bertiup dari Benua Asia yang bertekanan maksimum ke Benua Australia yeng bertekanan minimum. Angin Muson Barat ini banyak membawa uap air, sehingga di sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim hujan.
Di kota-kota besar dan di daerah-daerah yang hutannya gundul musim hujan sering mendatangkan bencana kebanjiran. Bencana ini menimbulkan dampak seperti banyak rumah penduduk terendam , bahkan tidak sedikit kehilangan harta dan nyawa penduduk yeng terkena musibah tersebut


Alat yang digunakan untuk mengukur curah hujan adalah fluviometer atau penakar hujan.
Menurut jenisnya tipe hujan terdiri dari tiga macam, yaitu sebagai berikut ini :
a. Hujan Zenithal atau Hujan Konveksi
Hujan zenithal atau hujan konveksi adalah hujan yang terjadi karena udara permukaan yang naik akibat pemanasan Matahari menjadi lebih dingin dan mengembun kemudian turun menjadi hujan yang turun tegak lurus dan biasanya terjadi siang hari.
b. Hujan Orografis atau Hujan Pegunungan
Hujan orografis adalah hujan yang terjadi di daerah lereng pegunungan.
c. Hujan Frontal/Hujan Silikon
Hujan frontal adalah hujan yang terjadi karena pertemuan masa udara panas dengan masa udara dingin yang terangkat naik disertai angin berputar (siklon).